PENDAFTARAN SISWA BARU DAN PINDAHAN T.P. 2012/2013

12 Februari 2012

KELOMPOK BERMAIN DAN TAMAN KANAK-KANAK ISLAM “AULIA” Vila Pamulang mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran yang dilakukan.  Hal sederhana yang dilakukan adalah pembiasaan Five Magic Words yaitu mengucapkan Salam, Maaf, Terima Kasih, Permisi dan Tolonglah…

Pendidikan karakter yang dilakukan mencakup aspek knowing, loving dan acting, sehingga anak tidak hanya sekedar tahu berbagai sikap yang menggambarkan karakter baik, namun juga senang melakukan kebaikan dan akhirnya terbiasa untuk melakukan kebaikan.

Kelompok Bermain dan TK Islam AULIA telah membuka pendaftaran untuk siswa baru dan pindahan tahun pelajaran 2012/2013. 

Uang Formulir Rp. 50.000,- dan Uang Pangkal antara 1.3 juta sampai 1.6 juta (tergantung kelas).  Uang Pangkal sudah termasuk uang gedung dan fasilitas, seragam, paket belajar, buku-buku paket, kegiatan 1 tahun dan SPP Juli 2012.

Kegiatan yang termasuk UP adalah

  1. Doctor Day (Pemeriksaan kesehatan)
  2. Weekly Outing Class  (Kegiatan Luar Kelas Mingguan)
  3. Lomba 17-an
  4. Manasik Haji Intern
  5. Renang 2 x
  6. Psikotest dan Konsultasi Psikologi dengan Pakar Psikologi
  7. Visit (kunjungan ke tempat profesi) *
  8. PORSENI se Kota Depok
  9. Pentas Seni
  10. Perpisahan
  11. Foto Wisuda (TK-B)
  12. Pendalaman Materi (TK-B)

Kegiatan TK Islam “AULIA” Tahun Pelajaran 2012/2013

 

  1. Kegiatan Rutin (termasuk SPP)

-.  Les Baca (2x seminggu)

-.  Les Komputer (2 minggu sekali)

-.  Les Iqro’  (setiap hari Jum’at)

-.  Les Lukis (setiap Rabu)

-.  Daily English Conversation

-.  Hafalan Do’a dan Surat Pendek

 

 

  1. Kegiatan Ekstra Kurikuler

-.  Persiapan Masuk SD (BIMBEL)

-.  English for Children

-.  Iqro’

-.  Seni Tari

-.  Science Club

-.  Lukis dan Kriya

 

Keterangan :

  1. Jadwal           :  Setiap Hari Sabtu (atau sesuai perjanjian)
  2. Biaya              :  Rp. 25.000/ekskul

 

  1. Outing Class

-.  Role Play (Bermain Peran)

-.  Parent Participation (Partisipasi Orang Tua)

-.  Home Visit (Kunjungan Rumah)

-.  Cinta Alam

-.  Gardening (Berkebun)

-.  Cooking Day (Hari Memasak)

-.  Market Day (Hari Pasar)

-.  Science Experiment (Eksperimen Sains)

-.  Nonton VCD

-.  Hari Ibu

-.  Giant Painting

-.  Kerja Bakti

 

  1. 4.   Kegiatan Sosial dan Keagamaan

-.  Praktek Ibadah

-.  Hafalan Do’a Harian, Hadits dan Surat Pendek

-.  Pesantren Kilat (Gembira Berpuasa)

-.  Santunan Anak Yatim

-.  Cinta Mesjid

-.  Halal Bihalal


BIARKAN MEREKA YANG MEMILIH BENIHNYA

1 Maret 2011

Banyak anak-anak yang “sukses” saat masih kanak-kanak, namun ternyata setelah dewasa justru tidak menjadi “apa-apa”.  Fenomena ini tentu menjadi semacam warning buat kita sebagai orang tua untuk memberikan lahan yang baik untuk anak-anak kita agar tumbuh berkembang secara optimal, sehingga kelak dapat menjadi orang yang berguna.

 

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang Jenius yang dimiliki dunia.  Dialah William James Sidis yang hidup di tahun 1930an.  Konon IQ-nya mencapai 250-300.  Sejak usia 2 tahun surat kabar New York Times telah menjadi teman sarapan paginya, menulis buku tentang anatomi dan astronomi pada usia 8 tahun, dan diterima sebagai mahasiswa termuda di Harvard University pada usia 11 tahun,  mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan masih banyak keajaiban lain yang dimilikinya.  Tiada hari tanpa berita menghebohkan tentang dirinya di surat kabar dan majalah.

 

Namun apa yang ia alami di masa-masa selanjutnya?  Ia adalah seorang yang tidak bahagia, tidak memiliki teman dan menjauhkan diri dari keluarga, bahkan ia akhirnya mengatakan bahwa ia sangat membenci matematika yang membuat namanya melambung tinggi.  Ironisnya, seorang wartawan terkenal, James Thurber, menemukan seorang pemulung mobil tua yang tidak lain adalah si Jenius ini.  Akhirnya, William James Sidis meninggal di usia 46 tahun dalam kondisi yang miskin dan tanpa keluarga.  Semua itu akibat ambisi orang tua yang memaksakan kehendaknya pada anak yang melakukan intervensi berlebihan sejak dini, sehingga anak tidak dapat melewati masa kecilnya dengan kegembiraan dan keceriaan.

 

Jangan berpikir bahwa ini hanyalah sebuah cerita masa lalu yang sekedar mengundang belas kasihan kita.  Tapi sebagai orang tua, hendaknya ini menjadi sebuah pelajaran berharga untuk bisa lebih menghargai anak “apa adanya”.  Banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya pada anak.  Bahkan banyak yang menganggap bahwa MAIN bagi anak-anak HANYA MEMBUANG WAKTU SAJA dan menganggap bahwa anak-anak harus disetir oleh orang tua untuk melakukan kegiatan yang disukai orang tua tapi sebenarnya tidak disukai oleh anak.

 

Kadang orang tua lupa (atau sengaja melupakan) bahwa anak memiliki kemampuan lain yang patut dihargai.  Kalau boleh jujur, orang tua ingin anaknya bisa cepat baca tulis hitung sedini mungkin walaupun kadang memaksakan “belajar” dengan cara orang dewasa.  Yang salah bukan belajar baca tulisnya, tapi cara yang kita lakukan sering tidak tepat. Ingatlah bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa.  Mereka punya cara tersendiri yang sesuai dengan tahapan perkembangannya, seperti Al-Qur’an yang Mulia menjelaskan pada kita dalam Surat Al Qomar (54) : 49 yang artinya “Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

 

Anak berlarian di halaman, main air, memasang puzzle, membentuk lilin, mencoret-coret kertas, mengikuti lomba, berkenalan dengan orang dewasa, atau bahkan menangis karena terjatuh dari sepeda adalah pemandangan yang seharusnya membuat kita bahagia, karena dengan cara seperti itulah mereka belajar.  Belajar menjadi manusia seutuhnya.

 

Tentu kita tidak mau, anak-anak kita “hebat” di masa kecilnya, tapi tidak “berharga” di masa tuanya.  Jadi Ayah Bunda…kita siapkan lahan yang baik buat anak-anak kita ya…. Tapi…. biarkan mereka yang memilih benihnya, lalu kita rawat benih itu bersama-sama agar tumbuh secara optimal dan jika tanaman itu berbuah, pastilah buahnya akan dapat kita nikmati bersama-sama, dengan senyuman, dengan kasih sayang dan dengan keRidhoanNya…


SELAMAT DATANG

23 Agustus 2010

CHARACTER BUILDING PROGRAM IN AULIA KINDERGARTEN

(Program Pembentukan Karakter di TK Islam AULIA)

Anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga dan dididik dengan baik karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Sebagai orang tua, hendaknya kita menyadari bahwa kita tidak hanya dituntut mencukupi kebutuhan fisiknya saja, namun yang tak kalah pentingnya adalah memberi pendidikan yang terbaik untuk mereka karena anak adalah investasi dunia akhirat.

Kita tentu akan bangga jika anak-anak bangsa ini, anak-anak kita semua tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara kognitif namun juga memiliki good character, dengan budi pekerti yang luhur, rajin beribadah, sayang pada orang tua dan sesama, dapat menolong dirinya dan orang lain, peka terhadap lingkungan sekitarnya dan karakter baik lainnya.

TK/KB ISLAM “AULIA” secara konsisten melakukan pembinaan terhadap pembentukan Good Character ini dengan program-program kegiatan yang mendukung ke arah tersebut. Pada tahun ajaran 2010/2011 ini Kami meluncurkan program tersebut ke dalam Kurikulum Pembelajaran sehingga pembentukan karakter ini bukan hanya program “sambil lewat“, namun benar-benar terintegrasi pada konsep pembelajaran yang diterapkan.

Namun demikian, aktivitas kognitif juga tentu diperlukan untuk memberikan keseimbangan pada otak kiri dan kanan. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan kognitif di TK Islam “AULIA” bukan hanya sekedar baca-tulis-hitung namun lebih diarahkan pada context learning dimana anak terlibat secara langsung dalam membangun pengetahuannya (bukan hanya dijejali dengan materi pelajaran saja).

Selain itu, kami juga mengadakan kegiatan Smart Parenting yaitu kegiatan dimana orang tua, guru dan pakar yang kompeten di bidang pendidikan dan psikologi saling bertukar pikiran dalam melakukan pengasuhan yang warmth and support (hangat dan selalu mendukung), sehingga anak-anak kita benar-benar menjadi anak yang sehat lahir batin.

Kami ucapkan Selamat Bergabung dengan keluarga Besar AULIA pada Bapak/Ibu yang concern pada pembentukan karakter anak dan karakter bangsa ini. SELAMAT!!

=====================

BEST EDUCATION FOR THE BEST CHILDREN

(Pendidikan Terbaik untuk Anak Terbaik)

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuat manusia dapat menjalani kehidupan sesuai dengan kodratnya menurut aturan yang telah ditetapkan Allah SWT, sehingga manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi ini. Manusia belajar sejak ia masih dalam kandungan melalui sentuhan cinta dan kalimat sayang dari ayah dan ibunya, dan ini akan terus berlanjut sampai ia dilahirkan.

Usia dini merupakan saat-saat berharga (golden age) dimana sel-sel otaknya berkembang sangat pesat (mencapai 80% otak orang dewasa pada 3 tahun pertama) dan saat dimana anak belajar dari lingkungannya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada masa ini, anak-anak ibarat sebuah spons kering, yang akan dengan cepat menyerap air di sekelilingnya. Bahkan seorang pakar mengatakan “At 3 , you are made for life” artinya seorang anak akan dibentuk menjadi seperti apa kelak, ditentukan oleh pendidikan yang ia peroleh pada usia dini.

Tidak ada alasan sama sekali jika kita membiarkan anak melakukan keburukan dengan dalih bahwa “ia masih kecil, belum ngerti apa-apa”. Justru pendidikan yang baik dimulai sejak usia dini karena itulah yang akan membekas dalam pikirannya dan membentuk perilakunya di kemudian hari.

Pendidan di Indonesia saat ini lebih mengarah pada kegiatan untuk mencetak anak yang pandai secara kognitif (baca-tulis-berhitung) namun kurang menyentuh bagian yang lebih penting yaitu pembentukan karakter (character building). Celakanya, pendekatan yang terlalu kognitif ini telah mengubah orientasi belajar anak menjadi semata-mata untuk meraih nilai tinggi bahkan dengan menghalalkan berbagai cara seperti mencontek, membeli soal, menjiplak, dan lain-lain. Tak heran jika Indonesia menjadi negara terkorup se-Asia Pasifik (menurut data tahun 2010).

Anak-anak usia dini yang ada sekarang ini adalah para pemimpin masa depan. Apa jadinya mereka jika saat ini, tidak kita bekali dengan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, sebelum terlambat, marilah kita bersama-sama menyiapkan generasi mendatang sebagai generasi yang memiliki good character yang bukan hanya cerdas kognitif namun cerdas secara sosial, emosional dan spiritual.

Singkatnya, pendidikan yang terbaik akan menghasilkan anak-anak yang terbaik pula..



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.